
KEBURUKAN PASTI AKAN TERSINGKIR
Apabila kebaikan (haq) dan keburukan (bathil) berkumpul, maka sesuatu yang bathil tidak akan bertahan dan abadi. Sebagaimana buih-buih itu tidak akan pernah menetap berada di atas air. Dan sebagaimana sisa-sisa (karat) tidak akan pernah bercampur bersama logam yang asli ketika dilebur dalam api, bahkan akan hilang dan habis.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً فَسَالَتْ أَوْدِيَةٌۢ بِقَدَرِهَا فَٱحْتَمَلَ ٱلسَّيْلُ زَبَدًا رَّابِيًا ۚ وَمِمَّا يُوقِدُونَ عَلَيْهِ فِى ٱلنَّارِ ٱبْتِغَآءَ حِلْيَةٍ أَوْ مَتَٰعٍ زَبَدٌ مِّثْلُهُۥ ۚ كَذَٰلِكَ يَضْرِبُ ٱللَّهُ ٱلْحَقَّ وَٱلْبَٰطِلَ ۚ فَأَمَّا ٱلزَّبَدُ فَيَذْهَبُ جُفَآءً ۖ وَأَمَّا مَا يَنفَعُ ٱلنَّاسَ فَيَمْكُثُ فِى ٱلْأَرْضِ ۚ كَذَٰلِكَ يَضْرِبُ ٱللَّهُ ٱلْأَمْثَالَ
Artinya: Allah telah menurunkan air dari langit, maka mengalirlah ia di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengembang. Dan dari apa yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau barang-barang, buih seperti itu juga. Demikianlah Allah membuat perumpamaan es tentang yang haq dan yang batil. Adapun buih, maka ia akan pergi tanpa bekas. Dan adapun yang bermanfaat bagi manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan.
[QS. Ar-Ra’d: 17]
Dengan demikian, kita diajak untuk memahami bahwa kebaikan yang kita lakukan sekecil apapun, akan memiliki dampak positif yang berkelanjutan, sementara keburukan hanya akan menjadi sesuatu yang fana dan tak berarti. Mari terus berusaha meniti jalan kebaikan, karena keburukan cepat atau lambat pasti akan tersingkir dalam kehidupan ini.
Sumber: https://almanhaj.or.id/26214-kebatilan-pasti-akan-tersingkir-2.html
Presented by:
Bidang Kerohanian Islam HMGF FMIPA UNHAS Periode 2023/2024




