Gravitasi 2025

[Gerakan Visitasi]

Rabu (21/05/2025), Bidang Humas Himpunan Mahasiswa Geofisika (HMGF) FMIPA Universitas Hasanuddin Periode 2024/2025 melaksanakan kegiatan Gravitasi 2025 (Gerakan Visitasi) ke Stasiun Geofisika BMKG Gowa sebagai bagian dari program pengembangan wawasan keprofesian anggota.

Kegiatan ini diikuti oleh anggota HMGF FMIPA Unhas dan bertujuan untuk memperkenalkan secara langsung lingkungan kerja profesional di bidang kebencanaan geofisika. Para peserta diajak untuk memahami bagaimana teori-teori yang diperoleh di bangku kuliah, khususnya dalam bidang seismologi dan mitigasi bencana, diterapkan secara nyata dalam operasional pemantauan gempa bumi dan penyebaran informasi geofisika.

Rangkaian kunjungan diawali dengan pemaparan materi oleh tim BMKG yang mencakup pengenalan instansi, konsep dasar kegempaan, fenomena tsunami, serta langkah-langkah mitigasi bencana. Setelah sesi materi, peserta diajak untuk melakukan observasi langsung ke ruang operasional dan ruang observasi seismologi. Di sana, peserta dikenalkan pada berbagai perangkat seperti seismometer dan accelerometer yang digunakan untuk mendeteksi serta menganalisis aktivitas gempa bumi.

Tim teknis BMKG juga menjelaskan mekanisme kerja pemantauan gempa secara real-time, termasuk proses analisis data menggunakan perangkat lunak Seiscomp4, dan bagaimana hasil analisis tersebut disebarluaskan kepada masyarakat dan pemangku kepentingan terkait sebagai bagian dari sistem peringatan dini.

Sesi dilanjutkan dengan diskusi interaktif antara mahasiswa dan pemateri yang menjadi momen penting untuk memperluas wawasan serta membangun pemahaman yang lebih konkret mengenai peran geofisikawan dalam dunia kerja profesional.

Kegiatan Gravitasi 2025 menjadi langkah kecil namun bermakna dalam membangun koneksi antara dunia akademik dan dunia profesional, serta memperkuat kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan di bidang kebencanaan geofisika.

Acara kunjungan ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan cendera mata kepada Kepala Stasiun Geofisika BMKG Gowa, Ibu Rosa Amelia, S.Si, sebagai bentuk apresiasi atas sambutan dan ilmu yang telah diberikan.

Dokumentasi :

Kunjungan kami ke Stasiun Geofisika BMKG Gowa membuka cakrawala baru tentang bagaimana gempa bumi dipantau dan dipahami secara ilmiah. Melalui paparan langsung dari para ahli dan observasi alat-alat seismologi, kami memperoleh pemahaman mendalam yang dirangkum dalam materi berikut :

PENGENALAN INSTANSI : BMKG STASIUN GEOFISIKA GOWA

Tentang BMKG

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) adalah lembaga pemerintah non-kementerian yang berada di bawah koordinasi langsung Presiden Republik Indonesia. Tugas utama BMKG adalah melakukan :

  • Pengamatan, pengumpulan, pengolahan, dan penyebaran data dan informasi terkait cuaca, iklim, kualitas udara, serta fenomena geofisika.
  • Penyampaian informasi peringatan dini terhadap bencana hidrometeorologi dan geofisika seperti gempa bumi dan tsunami.
  • Dukungan kebijakan pembangunan nasional di sektor transportasi, pertanian, kelautan, pertahanan, dan mitigasi bencana.
Stasiun Geofisika Gowa

Stasiun Geofisika Gowa adalah unit pelaksana teknis BMKG yang bertanggung jawab khusus di bidang geofisika, terutama dalam :

  • Pemantauan aktivitas kegempaan (seismik),
  • Perekaman dan analisis data seismologi dan geofisika lainnya,
  • Koordinasi penyebaran informasi gempa bumi ke masyarakat dan pemerintah daerah,
  • Edukasi publik dan pelatihan mitigasi bencana geofisika.

Sebagai bagian dari sistem pemantauan nasional BMKG, stasiun ini berperan penting dalam :

  • Mendeteksi gempa di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan sekitarnya.
  • Mengirimkan data secara real-time ke pusat BMKG.
  • Menyampaikan informasi gempa ke media, BPBD, dan instansi terkait dalam waktu maksimal 5 menit setelah kejadian.

MATERI TENTANG KEGEMPAAN

Definisi Gempa Bumi

Gempa bumi adalah getaran yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi secara tiba-tiba dari dalam kerak bumi. Energi ini biasanya dilepaskan akibat aktivitas tektonik, vulkanik, atau runtuhan bawah tanah.

Penyebab Gempa Bumi
  • Pergerakan lempeng tektonik (konvergen, divergen, transform): menyebabkan tekanan yang, saat dilepaskan, menghasilkan gempa.
  • Aktivitas vulkanik: pergerakan magma di dalam gunung berapi.
  • Runtuhan gua atau tambang: runtuhan lokal di bawah permukaan tanah.
Jenis-Jenis Gempa
Jenis GempaPenyebab UtamaCiri Khas
TektonikPergeseran lempeng bumiUmum terjadi di Indonesia, kekuatannya besar
VulkanikAktivitas magma gunung apiTerdeteksi dekat gunung aktif
RuntuhanRuntuhan struktur bawah tanahSkala kecil, lokal
Parameter Utama Gempa
  • Magnitudo (M): Mengukur energi total yang dilepaskan. Contoh: Skala Magnitudo Moment (Mw).
  • Hiposenter: Titik di bawah permukaan bumi tempat awal terjadinya gempa.
  • Episenter: Titik di permukaan bumi yang berada tepat di atas hiposenter.
  • Kedalaman Gempa:
    • Dangkal : < 60 km (berpotensi lebih merusak)
    • Menengah : 60–300 km
    • Dalam : > 300 km

MATERI TENTANG TSUNAMI

Definisi Tsunami

Tsunami berasal dari bahasa Jepang: tsu (pelabuhan) dan nami (gelombang). Tsunami adalah gelombang laut besar yang disebabkan oleh gangguan bawah laut seperti gempa bumi, longsor dasar laut, atau letusan gunung api bawah laut.

Penyebab Tsunami
  • Gempa bumi bawah laut (magnitudo > 6.5, kedalaman < 70 km, dan deformasi vertikal dasar laut)
  • Longsoran bawah laut
  • Erupsi gunung api bawah laut
Karakteristik Tsunami
  • Kecepatan bisa mencapai 500–800 km/jam di laut dalam.
  • Ketinggian gelombang meningkat saat mendekati pantai.
  • Gelombang bisa datang dalam beberapa “pulse” selama 1–2 jam atau lebih.
Tanda-Tanda Tsunami Alamiah
  • Air laut tiba-tiba surut tidak wajar
  • Gempa kuat dan lama di wilayah pesisir
  • Terdengar suara gemuruh dari arah laut

MITIGASI BENCANA GEMPA DAN TSUNAMI

Pra-Bencana (Sebelum Gempa)
  • Pahami peta risiko dan jalur evakuasi
  • Siapkan tas siaga berisi: air, makanan ringan, obat, senter, peluit, dokumen penting.
  • Simulasi evakuasi rutin di sekolah, kantor, dan komunitas.
  • Pastikan bangunan tahan gempa dan memiliki struktur evakuasi vertikal jika di daerah pesisir.
Saat Gempa Terjadi
  • Segera Drop, Cover, and Hold On
  • Jika di dalam bangunan: berlindung di bawah meja, menjauh dari kaca.
  • Jika di luar: menjauhi tiang listrik, pohon besar, dan gedung tinggi.
  • Jika di dekat pantai dan merasakan gempa kuat: jangan menunggu sirene — segera evakuasi ke dataran tinggi.
Pasca-Bencana
  • Tetap waspada terhadap aftershock
  • Evakuasi dengan tertib, bantu lansia dan anak-anak
  • Dengarkan informasi hanya dari sumber resmi seperti BMKG dan BPBD

Lagu edukasi tentang mitigasi penyelamatan saat terjadi gempa bumi : https://youtu.be/bTHs7ZlPs3I?si=s_f58dsRwq9pTias

Pentingnya Memiliki Tas Siaga Bencana di Setiap Rumah
Apa Itu Tas Siaga Bencana?

Tas siaga bencana, atau sering disebut “emergency kit” atau “go bag”, adalah tas yang sudah dipersiapkan sebelum bencana terjadi dan berisi perlengkapan penting untuk bertahan hidup selama 24–72 jam pertama setelah bencana.

Tas ini dirancang agar mudah dijangkau dan dibawa dengan cepat saat evakuasi darurat, seperti gempa bumi, tsunami, banjir, atau kebakaran.

Mengapa Tas Siaga Bencana Sangat Penting?
1. 🕒 Respon Cepat Saat Situasi Darurat
  • Dalam situasi bencana, waktu untuk bereaksi sangat terbatas.
  • Tas siaga memungkinkan penghuni rumah segera mengevakuasi diri tanpa harus mencari barang satu per satu.
2. 🚨 Mengurangi Risiko Kehilangan Barang Vital
  • Banyak korban bencana kehilangan dokumen penting, obat-obatan, atau identitas karena tidak sempat membawa apapun.
  • Dengan tas siaga, hal-hal penting sudah tersimpan rapi dan siap dibawa kapan saja.
3. 🩹 Membantu Bertahan Hidup Selama 72 Jam Pertama
  • Dalam banyak kasus, bantuan dari pemerintah atau relawan tidak langsung tiba dalam beberapa jam pertama.
  • Tas siaga berisi logistik awal seperti makanan, air, dan P3K untuk bertahan hidup hingga bantuan datang.
4. 🧘 Mengurangi Stres dan Kepanikan
  • Mengetahui bahwa semua kebutuhan dasar sudah disiapkan dapat membuat penghuni rumah lebih tenang saat menghadapi bencana.
  • Tas siaga juga bisa menjadi alat bantu untuk menjaga kesehatan mental anak-anak dan anggota keluarga lainnya di tengah krisis.
5. 📦 Membantu Proses Pemulihan Awal
  • Setelah bencana, korban sering kali harus tinggal sementara di pengungsian.
  • Tas siaga yang berisi pakaian ganti, selimut, dan perlengkapan kebersihan akan sangat membantu menjaga kenyamanan dan kebersihan diri.
🧳 Apa Saja Isi Tas Siaga Bencana yang Ideal ?
KategoriContoh Isi
Dokumen PentingFotokopi KTP, KK, BPJS, surat tanah, SIM, sertifikat vaksin
Logistik DasarMakanan siap saji, air mineral minimal 1 liter per orang per hari
Perlengkapan MedisObat pribadi, plester, alkohol, masker, perban
Penerangan dan KomunikasiSenter, power bank, peluit, radio baterai
Kebutuhan KhususPopok bayi, pembalut, susu formula, alat bantu disabilitas
Pakaian & KebersihanPakaian ganti, handuk kecil, sabun, tisu basah, selimut darurat
Alat TambahanUang tunai secukupnya, korek api, pisau lipat, kantong sampah

PERALATAN SEISMOLOGI DI STASIUN GEOFISIKA GOWA

Seismometer / Seismograf
  • Alat utama untuk mendeteksi gelombang seismik dari gempa.
  • Mendeteksi tiga komponen gerakan tanah: vertikal, horizontal utara-selatan, horizontal timur-barat.
  • Komponen alat :
    • Sensor (geofon)
    • Data logger untuk pencatatan digital
    • GPS untuk penyesuaian waktu universal
    • Modem/Vsat untuk pengiriman data ke server pusat
Accelerometer
  • Alat untuk mengukur percepatan tanah akibat gempa.
  • Data digunakan untuk menghitung peak ground acceleration (PGA) yang berkaitan langsung dengan tingkat kerusakan.
  • Dipasang di area dengan populasi tinggi, zona industri, atau fasilitas vital.
Sistem Komunikasi dan Analisis
  • Data dikirim melalui jaringan real-time ke Pusat Gempa Nasional BMKG di Jakarta.
  • Analisis dilakukan dalam waktu kurang dari 5 menit untuk mengeluarkan info gempabumi dirasakan dan potensi tsunami (jika ada).
  • Semua data masuk ke sistem Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS).
Kesimpulan :

Stasiun Geofisika Gowa merupakan bagian integral dari sistem pemantauan gempa nasional. Melalui teknologi modern, analisis cepat, dan edukasi kepada masyarakat, BMKG Gowa berkomitmen untuk menjaga keselamatan masyarakat dari ancaman gempa dan tsunami. Masyarakat juga diharapkan berperan aktif dalam mitigasi bencana dengan meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan kesiapsiagaan diri.

Dokumentasi :

@hmgffmipaunhas

[Gravitasi 2025] Gerakan Visitasi (Gravitasi) 2025 merupakan kegiatan kunjungan ke instansi yang dilakukan oleh HMGF FMIPA Unhas. Gravitasi 2025 dilakukan di BMKG Stasiun Geofisika Gowa pada tanggal 21 Mei 2025. Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada mahasiswa terkait kegempaan dan mitigasinya, mengenali alat-alat dan sensor yang digunakan di BMKG Stasiun Geofisika Gowa, serta untuk menjalin silaturahmi dan relasi antara mahasiswa dengan instansi. ___________________________________ 🔎 Find Us on : Email : hmgffmipaunhas@gmail.com Website : HMGF FMIPA Unhas Instagram : hmgffmipaunhas Facebook : HMGF FMIPA UNHAS Tiktok : hmgffmipaunhas LinkedIn : hmgffmipaunhas Youtube : HMGF FMIPA Unhas #HMGFFMIPAUnhas PengurusPeriode2024/2025

♬ original sound – hmgffmipaunhas – hmgffmipaunhas

Link : https://vt.tiktok.com/ZShnmv79W/

Presented by :
Bidang Humas HMGF FMIPA UNHAS Periode 2024/2025
.

HMGF FMIPA Unhas
HMGF FMIPA Unhas
Articles: 142